Manfaat Mengikuti BIMTEK Peningkatan SDM Perpustakaan

TANJUNGPINANG — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau mengadakan BIMTEK Peningkatan Sumber Daya manusia (SDM) Perpustakaan Tahun 2017. Kegiatan yang berlangsung 3 (tiga) hari tersebut dilaksanakan di  Bintan Royal International Hotel ( Hotel Comfort) Tanjungpinang, Kamis 17/11/2017.

Dalam BIMTEK  tersebut terdapat materi Pengatalogan, Klasifikasi dan Tajuk Subjek, Pengembangan dan Pembinaan Koleksi Bahan Perpustakaan, Layanan Perpustakaan dan Pengantar Pelestarian Bahan Perpustakaan. dan lainnya. Materi yang  wajid pengatalog  belajar adalah materi berikut “Pengatalogan” dan “Klasifikasi dan Tajuk Subjek”. Bagi pustakawan tentu tidak asing kata tersebut, beda halnya bila bukan pustakawan. kedua meteri tersebut merupakan dasar utama bagi orang yang posisinya megurus koleksi di perpustakaan, mulai koleksi itu datang hingga sampai ketangan pemustaka memerlukan proses yang panjang.

Dengan mengikuti BIMTEK tersebut setidaknya pemustaka yang ikut serta dalam acara tersebut sudah mulai paham kalau selama ini dengan cara masing-masing alias sesuka hati, kini sudah dapat bimbingan seakligus aturan baku dalam pengatalogan sebuah koleksi. Ternyata membuat identitas sebuah koleksi dari awal datang hingga berada di Rak dan tangan pembaca tidak sebudah buat telur mata sapi.

Pustakawan melakukan pengetalogan menggunakan langkah diskriptif, kedepan selain diskriptif juga menggunakan subjek, bila melalui subjek maka nanti terbentuk Katalog Subjek. bila sebuah koleksi di input secara benar dan lengkap maka akan menghasilkan beberapa katalog, ada katalog judul, pengarang, editor dan subjek.

Dalam hal klasifikasi dan tajuk subjek merupakan pekerjaan yang terberat bagi Pengkatalog, karena tidak jarang satu koleksi bisa 2/3 (dua/tiga) pendapat dalam menentukan subjek, kadang kala koleksi tersebut di tinggalkan dulu karena bisa memakan waktu yang lama dalam menentukan subjeknya. Kecermatan dan ketelitian pengatalog sangat dibutuhkan, karena salah menentukan subjek koleksi bisa berada tidak pada tempatnya. Bila koleksi diperpus masih ratusan tidak masalah masih bisa di perbaiki dengan cepat, kalau sudah ribuan bahkan lebih. Tentu akan mengganggu aktifitas yang sedang berjalan.

Dengan adanya BIMTEK tersebut, maka peserta pustakawan yang ikut akan lebih teliti dalam membuat katalog sebuah koleksi yang ada di perpustakaan masing-masing, dengan diberinya panduan-panduan baku dalam pengkatalogan dan klasifikasi tersebut membuat pemustaka tidak sebarangan lagi dalam hal mengidentifikasi sebuah koleksi.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *